Momentum, Budaya Sasak, Aktivitas, Pengembangan Diri, Pengembangan Karakter, Tinjauan, KOTARAJA Melirik, Senyum Putra-Putri Tunas Bangsa.

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

DI BALIK INSIDEN "BENTROKAN WARGA DENGAN WAHABI" DI DESA KOTARAJA

Kisruh yang terjadi di Desa Kotaraja beberapa hari lalu berujung pada mediasi POLRES Lombok Timur, Kamis 08/08/2019. Hadir pada saat itu; Kapolres Lombok Timur, Wakapolres Lombok Timur, Sekretaris MUI Lombok Timur, Ketua Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Lombok Timur, Kapolsek Sikur, Camat Sikur, Kepala Desa Kotaraja, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Desa Kotaraja. 

Dalam sambutannya, Wakapolres Lombok Timur Kompol. Bayu Eko Panduwinoto, S. Ik memberi pencerahan dan dan himbauan agar semua warga Desa Kotaraja bisa menahan diri untuk tidak bertindak dan menyerahkan permasalahan tsb kepada pihak yang berwajib. 
Begitu pun paparan Sekretaris MUI Lombok Timur, H. Mahsun, BA, beliau menghimbau untuk saling mengharga di tengah-tengah perbedaan faham/aliran yang terjadi di masyarakat. 
Salah satu perwakilan (Wahabi) Isrofi pada saat itu juga mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada warga Desa Kotaraja melalui perwakilan yang hadir saat itu. Dia mengaku bersalah atas insiden yang sesungguhnya tidak diharapkan. Hal itu pun terjadi karna memang sedang belajar memperdalam ilmu agama, adapun perbedaan faham yang di bawanya, jika dianggap salah agar segera ditegur. Sumber : Aripal


Keberadaan Wahabi di Kotaraja 
Kehadiran Wahabi di Desa Kotaraja sudah terdengar sejak awal tahun ini dan sempat menjadi pembicaraan di beberapa kalangan dan masyarakat setempat. Sebenarnya, pada awalnya warga masyarakat Kotaraja secara umum tidak begitu mempermasalahkan keberadaan Wahabi selama tidak ada yang merugikan. Namun beberapa bulan lalu terdengar isu bahwa Wahabi dalam pengajiannya menentang dan melarang warga untuk melakukan beberapa kegiatan yang menurutnya tergolong "bid'ah". Tentu saja hal ini sangat bertentangan dengan kebiasaan warga masyarakat Desa Kotaraja yang diantaranya; Pembacaan talqin pada acara pemakaman, Dzikir dan do'a untuk orang yang sudah meninggal dan beberapa kegiatan lainnya yang menurut mereka bukan kebiasaan orang muslim. Isu ini berkembang menjadi pembicaraan publik dan terdengar meresahkan bagi sebahagian warga.  
Untuk menanggapi akan hal ini, para Pemuda Desa Kotaraja melalui beberapa Forum Sosial Media diantaranya; WA, Messenger dan facebook sempat membuka tentang keberadaan Wahabi dan aktivitasnya yang terasa sedikit meresahkan warga. Dan sejauh yang kami pantau akan tanggapan dari beberapa pemuda di forum tersebut, beberapa yang berpendapat "biarkan saja mereka dengan keyakinannya, tidak usah mengurus keyakinan orang lain...!". Namun sebahagian besar lagi berpendapat : "Kita tidak bisa berdiam diri melihat situasi seperti ini, karna yang kita tahu saat ini mereka (Wahabi) sudah meresahkan warga dengan membid'ah-bid'ahkan berbagai kebiasaan yang selama ini kita jalani...!". 
Untuk mengambil jalan tengah atas respon para Pemuda di forum tsb, beberapa mengusulkan agar diadakan musyawarah tentang keberadaan Wahabi dan aktivitasnya dengan mengundang Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, para Pemuda dan warga Desa Kotaraja yang berkompeten dalam hal tsb. 
Belum terlaksana rencana para Pemuda untuk mengadakan musyawarah, lagi-lagi timbul permasalahan yang tidak bisa dihindarkan, salah seorang tokoh (Wahabi) yakni; Isrofi yang pada malam insiden pada suatu acara dzikiran yang diadakan di salah satu rumah warga, Isrofi menghampiri warga yang sedang dzikiran, dia melarang dzikiran tsb dan mengatakan bahwa perbuatan (dzikiran) yang dilakukan ini adalah perbuatan orang Non-Muslim. Sumber : Warga Setempat. Hingga pada akhirnya, warga keberatan dengan kalimat dan ucapan Isrofi yang sangat tidak toleran dan beretika, terlebih lagi (Isrofi) sebagai pendatang faham baru. Uacapan tsb memang terasa menyakiti dan tidak bisa diterima sehingga warga yang saat itu merasa terganggu segera mengabari sejumlah warga lainnya dan berita tsb  menyebar. Tak ayal lagi, beberapa saat setelah itu, sejumlah massa berdatangan ke lokasi, namun bukan hanya warga masyarakat Desa Kotaraja yang membanjiri tempat itu, bahkan warga Desa tetangga, yakni; loyok dan Peringga Jurang pun turut beraksi melumpuhkan Isrofi dkk serta merobohkan sebuah Mushalla yang digunakan (Wahabi) sebagai tempat mendokterin para pengikutnya. 

Info ini kami ambil dari beberapa sumber. Jika ada kekeliruan mohon saran dan masukan. Terimakasih.




Untuk Info Seputaran Kotaraja, jangan lupa mengunjungi kami di KOTARAJA MENYAPA 
Info Pendidikan di KOTARAJA LIPUTAN PENDIDIKAN 
Ceritera Unik, Lucu dan Menarik di KOTARAJA CERITA HARIAN 
Wisata Alam Pulau Lombok di SUDUT RINJANI 
Dekorasi dan Hasil Karya di KREATIVITAS KOTARAJA 
Kumpulan Cerpen di KARYA TULIS MAHKOTE SAKSAKE 


Semoga bermanfaat!
Share:

VIRAL 2019 ''LOMBOK KERAS"

Saking maraknya para pengguna sosial-media di Era Baru ini sehingga berbagai informasi dapat dengan mudah tersebar di seluruh pengguna sosial media. Tak ayal lagi, beberapa hal yang memang penting bisa dengan mudah dihebohkan atau diviralkan. Namun yang menjadi masalah saat ini, beberapa hal yang sebetulnya tidak penting namun dapat menjadi viral oleh sebagian pengguna Sosial Media. Seperti yang diviralkan beberapa waktu lalu, "Om Telolet Om" kata-kata ini menjadi viral karna saking banyaknya postingan yang menggunakan kalimat tersebut, bahkan kalimat ini sering sekali terdengar di sela-sela percakapan para remaja, tua dan muda hampir di seluruh negeri.
Begitu juga halnya kata-kata "Keras Lomok" yang sejak beberapa hari lalu mulai menggema dan anyak dibicarakan oleh masyarakat bahkan di salah satu Sosial Media (faceook) dalam tiga hari terakhir dapat diperkirakan ratusan postingan mengawali kalimatnya dengan "Keras Lomok..." 
Akan hal ini, kita tak perlu menanggapinya dengan serius, namun bukan berarti kita tak boleh mengikutinya karna sebenarnya ini bagian dari permainan Sosial Media dan merupakan sebuah hiburan bagi para penggemarnya.
Share:

SANGGAR PEPAOSAN KEMBALI MEMBUKA PROGRAM BEASISWA KURSUS BAHASA INGGRIS GELOMBANG KE-2

Melirik sejenak akan kebutuhan SDM di lingkungan Industri Pariwisata menjadi hal yang sangat urgen bagi masyarakat setempat terlebih akhir-akhir ini kesadaran para pemuda akan hal ini membuat mereka mulai membuka diri untuk terjun di bidang pariwisata.  
Salah satu gebrakan kecil yang dilakukan para pemuda Desa Kotaraja (GAPRAJA) yang bekerjasama dengan salah satu komunitas (PunkPoke Community) yang juga bergelut dalam pemberdayaan masyarakat dengan membentuk sebuah sanggar belajar yakni "Sanggar |Pepaosan" sebagai tempat pelatihan/ kursus Bahasa Asing (Bahasa Inggris). Adapun kursus ini diadakan secara gratis bagi para pelajar Tingkat SLTP dan SLTA/Sederajat. Program pelatihan dasar ini (Basic & Elementaruy) meliputi ; pelatihan Grammer, Listening dan Speaking, semua ini dilakukan secara gratis termasuk Modul Pembelajaran dan Sertifikat untuk 20 peserta yang memenuhi syarat dan ketentuan. Hanya saja untuk administrasi peserta dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000 dan iuran Rp. 6.000 per minggu (2 x pertemuan) sebagai oprasional setiap kegiatan. 
Sejauh ini, Program Beasiswa Kursus Bahasa Inggris ini mendapat sambutan baik olerh warga sekitar dan juga mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan termasuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Timur, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Pokdarwis Kabupaten |Lombok Timur, dan sejumlah Industri Pariwisata di sekitaran Kotaraja-Tetebatu.  
Menanggapi sejumlah permintaan dari para pelajar di sejumlah satuan pendidikan yang juga begitu antusias untuk dapat mengikuti kursus ini akhirnya pihak Managemen Sanggar Pepaosan kembali membuka pendaftaran/penerimaan peserta Beasiswa Kursus Bahasa Inggris untuk Gelombang ke-2. 
Untuk Formulir Pendaftaran, syarat dan ketentuan dapat diunduh di sini 
Informasi lebih lanjut bisa menghubungi kontak berikut : 
WA : 0818-0355-3305 
        : 0878-5145-4543
Share:

SANGGAR PEPAOSAN_JADWAL KURSUS & PEMBAGIAN KELAS_PROGRAM BEASISWA KURSUS BAHASA INGGRIS


Berikut kami sampaikan pembagian kelas untuk Beasiswa Kursus Bahasa Inggris Gelombang Pertama, sebagai berikut; 
CLASS DOT.O (Douvle One Two One/1.1.2.1) 

CLASS T-Q (Two-Quadral/2222) 
Untuk Jadwal Kursus Gelomang Pertama ditetapkan pada Hari Rabu & Jum'at, Pukul 15.00 wita s/d 18.00 wita.
.
Share:

HASIL INTERVIEW PESERTA PROGRAM BEASISWA BAHASA INGGRIS

Berikut kami sampaikan hasil akhir seleksi Program Beasiswa Kursus Bahasa Inggris









Dari hasil penilaian tes wawancara/interview bisa di lihat di bawah ini

Share:

INTERVIEW BEASISWA KURSUS BAHASA INGGRIS, SANGGAR PEPAOSAN BEKERJASAMA DENGAN MAS MAS SERGHINI BUNGALOWS

Senin, 13 Januari 2019 
Seleksi calon peserta Beasiswa Kursus Bahasa Inggris untuk sessen ke-4 dilaksanakan di "Mas Mas Serghini Bungalows". Kendati hujan lebat, namun para calon peserta bisa hadir untuk ikut interview/wawancara minat. Kehadiran ini juga menjadi nilai + (plus) bagi mereka yang bisa hadir dalam keadaan seperti ini, karna mereka sudah membuktikan betapa besar minat dan keinginan untuk mengikuti Program Kursus Beasiswa Bahasa Inggris. 
Lihat hasil akhir seleksi di sini
Penilaian dilakukan dengan beberapa kriteria; 
  • Penilaian Motivasi dengan bobot 35%
  • Konsistensi dengan bobot 40%
  • Minat 15%, dan
  • Penilaian Bakat 10% 
Dari hasil akhir penilaian/seleksi, para calon peserta Beasiswa Kursus Bahasa Inggris mendapatkan nilai rata-rata di atas standar yang sebelumnya sudah ditetapkan panitia. Namun tentu saja mereka akan berlomba mengingat kuota untuk penerima Beasiswa Kursus Bahasa Inggris ini hanya 20 orang. 

Share:

GAPRAJA-PUNKPOKE AKAN MENGGEDOR PINTU WISATA BARU BERBASIS KOMUNITAS YANG DISEBUT "VOLUNTOURISM"

Acara Pembukaan dan Seremony Program Beasiswa Bahasa Inggiris berlokasi di MAS-MAS BUNGALOW dengan menghadirkan tamu undangan dari beberapa instansi, diantaranya Sekdis Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur (Martawi), Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (Ahmad Roji, SE), Berugak Lombok / Doktor Ekonomi Belgia (Dr. Supiandi), Lontar / Dosen Sosiologi Pariwisata UNRAM (Azhar Evendi, Ma). Acara ini juga akan diramaikan oleh touris/wisatawan asing yang akan dihadirkan oleh pengelola MAS-MAS BUNGALOW.
Program Beasiswa Kursus Bahasa Inggris yang diadakan oleh GAPRAJA-PunkPoke Community ini merupakan gebrakan baru sebagai salah satu pintu masuk ke dalam dunia pariwisata. Dengan membuka peluang bagi para pelajar tingkat SLTP dan SLTA untuk memperdalam pengetahuan dan pengalaman berkomunikasi dalam bahasa asing memungkinkan lulusan peserta didik ini akan mampu menuju dunia internasional dengan bermodalkan keahlian berbicara dalam bahasa asing. 
Program Kegiatan Kursus ini akan sangat membatu karna GAPRAJA-PunkPoke sudah bekerjasama dengan berbagai Industri Periwisata, diantaranya menjalin kerjasama dengan MAS-MAS BUNGALOW, Farmer Homestay, dan beberapa tempat wisata lainnya sebagai tempat Study Tour. 
Adapun Voluntourism artinya dalam pelaksanaan Program Kegiatan akan melibatkan para touris/wisatawan asing untuk ikut serta sebagai relawan dalam mengajar dan memberi bimbingan kepada para pelajar/peserta didik. Dengan demikian para peserta didik nantinya akan terbiasa berkomunikasi secara langsung dengan para touris/wisatawan asing. 

Share:

PROGRAM VOLUNTOURISM GAPRAJA & PUNKPOKE COMMUNITY DENGAN MAS-MAS BUNGALOW

KERJASAMA DI BIDANG INDUSTRI PARIWISATA
PUSAT BELAJAR DAN PENGEMBANGAN BAKAT, Foreign Language Center (FLC) MARANG-KOTARAJA

Foreign Language Center (FLC) yang sebelumnya dibentuk oleh perwakilan GAPRAJA (Ofyan Khairi, ST) bekerjasama dengan KAPARINJANI (Komunitas Pecinta Alam  Rinjani) PunkPoke Community, akan menjalin kerjasama dengan beberapa Industri Pariwisata yang ada di Lombok Timur.
Sebagai salah satu bentuk upaya / langkah awal yang dilakukan FLC Marang-Kotaraja mengawali beberapa Program Kegiatan yang nantinya akan menunjang proses pelatihan dan bimbingan belajar, yakni dengan membangun kerjasama dengan MAS-MAS BUMGALOW. 

DaLam kunjungannya, FLC (Ofyan Khaeri ST) memperkenalkan dan menawarkan sebuah kerjasama  yang tentunya akan saling menunjang kebutuhan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu dan kualitas Industri Pariwisata itu sendiri. 
Sambutan dari Pengelola MAS-MAS Bungalow (Matu) sangat memuaskan. Beliau siap mendukung penuh, bahkan beliau menarwarkan untuk acara "Pembukaan sekaligus Seremony" bisa dilaksanakan di MAS-MAS Bungalow.
Share:

INFORMASI PENDAFTARAN, TES MOTIVASI DAN PENGUMUMAN BEASISWA KURSUS BAHASA INGGRIS

GAPRAJA - PUNKPOKE HOLDING PROGRAM
From Board of Organizer, we proudly present a rural communities development program. We invite you to join us as Voluntary Trainer, and / or as philanthropist to support our social-oriented program. Thank You 
Dari jajaran pelaksana, kami dengan bangga mempersembahkan sebuah program Beasiswa Kursus Bahasa Inggris bagi adik-adik pelajar dan pemuda. Program ini digagas oleh GAPRAJA bersama PunkPoke Community sebagai bentuk sumbangsih kepada masyarakat desa Kotaraja, berbasis komunitas dan berorientasi sosial. 
Selain itu, kami juga mengundang Bapak/Ibu serta saudara/i yang pernah menempuh pendidikan/sarjana Bahasa Inggris untuk turut serta bergabung sebagai "Relawan Mengajar" 
Bagi Bapak/Ibu serta saudara/i yang berminat, silahkan menghubung kami di kontak; 
0878-5145-4543  (WA) 
0878-5592-2331  (Telp.) 
0853-3863-8101  (WA) 
0818-0355-3305  (Telp.) 
Untuk Info Beasiswa bisa di lihat di sini. Dan untuk Informasi persyaratan dan Formulir Pendaftaran bisa diunduh di sini 

Sekian info dari kami 
Semoga bermanfaat.
. 
Share:

PETA PEMEKARAN DESA MARANG - KOTARAJA KECAMATAN SIKUR LOMBOK TIMUR

Berikut adalah Peta Pemekaran Desa Marang berdasarkan hasil rapat ke-2 atau rapat lanjutan tentang Pemekaran Desa Marang - Kotaraja yang diadakan pada hari Ahad tanggal 30 Desember 2018 yang dihadiri para sesepuh, tetua dan para tokoh masyarakat

Berdasarkan hasil rapat tersebut dapat disimpulkan dan di tetapkan batas-batas wilayah Pemekaran Desa Marang sebagai berikut : 
Sebelah Utara berbatasan dengan Pringga Jurang Utara dan Kotaraja Utara 
Sebelah Timur berbatasan dengan Kotaraja Induk 
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kotaraja Selatan, dan 
Sebelah Barat berbatasan dengan Pringga Jurang. 
Dalam hal pembuatan peta dilaksanakan oleh Lalu Wardiman dan di bantu oleh Lalu Taufiqri Hidayat S.T dan M. Ofyan Khairi S.T 
Selanjutnya untuk penamaan Desa Marang, sebelumnya diambil beberapa opsi, diantaranya 
Desa Kotaraja Marang, nama ini diusulkan oleh H. Nasrullah dan H. Lalu Sirojudin (Kadus Marang Selatan). Beliau (H. Lalu Sirojudin) menegaskan dengan alasan nama "Kotaraja" tidak boleh dihilangkan karna menurut sejarah marang (Jero Marang) "bele bebet" artinya kita yang ada di Marang adalah satu keturunan. Dan juga Kotaraja pernah disinggahi oleh Anak Agung.
Desa Marang Kotaraja, diusulkan oleh H. Marwan Hamry dan Tuan Seruji. H. Marwan berpendapat bahwa "kita tidak bisa terlepas dari Kotaraja" Tuan Seruji juga berpendapat dengan alasan yang sama dengan usulan pertama (Kotaraja Marang) bahwa nama "Kotaraja" harus ada, hanya namanya harus dibalik menjadi "Marang Kotaraja".

Kota Marang, diusulkan oleh Amrullah, S.Pd sebagai alternatif jika nama "Kotaraja" harus di ikukan, tapi cukup disingkat dan diambil "kota"nya saja. Karna sesungguhnya "Marang" sangat cocok dikatakan Kota dilihat dari beberapa hal diantaranya; 
  • Bangunan fisik yang modern, megah dan teratur. 
  • Jenis usaha yang berkembang di masyarakat yaitu Industri Besi (biasanya sebuah kota dicirikan dengan mata penceharian Non-Agraris, Heterogendan menuju masyarakat industri). 
  • Tingkat kecerdasan dan pendidikan rata-rata anak mudanya sekitar 80 % (lumayan tinggi dibandingkan dengan dusun-dusun lainnya di Desa Kotaraja)
 .
Desa Marang, diusulkan oleh H. Lalu Suharto dan diperkuat oleh H. Toha, H. Sahipudin, S.Pd dan sebahagian besar tokoh-tokoh yang hadir pada saat itu. Adapun usulan nama ini diperkuat dengan beberapa alasan, yakni 
  • Desa baru ini hanya terdiri dari Marang Utara dan Marang Selatan, tidak seperti Kotaraja Selatan yang tergabung dari nama pedusunan yang berbeda seperti Dusun Jabon, Dalem Leuq, Tibu Karang dan lain-lain. 
  • Nama Marang lebih dahulu terbentuk ketimbang Kotaraja, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya nama-nama tempat seperti; Lingkok Marang, Lendang Marang, Gawah Marang dan Bangket Marang. 
  • Kota merupakan hasil peradaban manusia dimana peradaban ini mengalami hasil pertumbuhan dan perkembangan yang biasanya dimulai dari sistem organisasi masyarakat terkecil yang disebut Desa. Sehingga dapat diasumsikan secara logis bahwa Marang adalah sebuah wilayah yang lebih dahulu eksis dari pada Kotaraja.
Dari beberapa usulan nama di atas, belum terjadi kesepakatan karna para tokoh yang mengusulkan nama untuk desa baru ini saling mempertahankan usulan dengan alasan yang kuat. Dan akhirnya sebagai kesepakatan sementara, hal ini akan diajukan kepada Bapak TGH Muslihin selaku Penasihat dengan mengutus beberapa tokoh masyarakat untuk menghadap beliau. Dan pada akhirnya beliau (TGH Muslihin) menyarankan nama untuk desa baru ini yaitu "Desa Marang". Selanjutnya para tokoh menyepakati dan memutuskan sesuai dengan usul dan saran dari Bapak TGH Muslihin bahwa desa baru ini dinamakan Desa Marang. 

Semoga bermanfaat!

Mohon saran dan masukan atas kekurangannya. Terimakasih.

Share:

Popular Posts

Labels

Blog Archive

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.