Momentum, Budaya Sasak, Aktivitas, Pengembangan Diri, Pengembangan Karakter, Tinjauan, KOTARAJA Melirik, Senyum Putra-Putri Tunas Bangsa.

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

POLEMIK ALIRAN (WAHABI) DI KOTARAJA BELUM BERUJUNG. LALU BAGAIMANA PERANAN KEPALA DESA MENUNTASKAN MASALAH INI?

Keberadaan Aliran (Faham) Wahabi di Desa Kotaraja telah menggegerkan warga sekitar. Pasalnya, oknum dari faham (Wahabi) ini tidak berlaku toleransi terhadap faham yang dijalani warga masyarakat selama ini. Mereka (Wahabi) yang baru beberapa bulan hadir di Desa Kotaraja sudah mulai menyinggung dan menyalahkan kebiasaan-kebiasaan warga yang menurutnya bid'ah. 
Baca juga Keberadaan Wahabi di Desa Kotaraja 
Pada awalnya warga sekitar tidak mempermasalahkan keberadaan Aliran (Wahabi) ini, karna sesungguhnya mereka juga berhak menjalani keyakinannya selama tidak saling merugikan. Namun apa yang terjadi beberapa waktu lalu (kerusuhan Warga dengan Wahabi) adalah puncak kemarahan warga karna salah satu oknum (Isrofi) dengan ucapan dan perbuatannya yang  menyalahkan dan melarang keras aktivitas warga yang sedang melaksanakan dzikiran di salah satu rumah duka. Hal tersebutlah yang mengundang kemarahan massal hingga terjadi kerusuhan yang hampir saja menelan korban. 
Tindak lanjut dari kasus ini;
  • Mediasi Kapolres Lombok Timur, Kamis 08/08/2019 
  • Penyampaian aspirasi masyarakat di Balai Desa Kotaraja, Sabtu 10/08/2019. 
Dari hasil tindak lanjut pihak-pihak terkait, diantaranya Kapolres Lombok Timur yang menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meredam emosi, begitu pun Camat Sikur pada acara "Penyampaian Aspirasi Masyarakat" sabtu kemarin beliau mengatakan hal yang sama. Namun dari hasil sementara ini sama sekali belum memuaskan masyarakat, karna 100% dari masyarakat Desa Kotaraja ingin dengan segera mendapat tanggapan yang serius dan menghapus segala aktivitas dan simbol faham (Wahabi) termasuk bangunan (Mushalla) yang dipergunakan sebagai pusat dakwahnya selama ini. 
Bagaimana Kepala Desa menyikapi masalah ini? 
Seperti yang kita tahu, apa pun aktivitas warga masyarakat yang melibatkan kepentingan masyarakat banyak, sudah semestinya Kepala Desa selaku pimpinan tertinggi di desa mengetahui hal tsb.  Besar dan kecilnya problema yang dihadapi masyarakat umum terkadang sangat membutuhkan peran aktif pemimpin dasa dan para pemangku kepentingan lainnya. Permasalahannya, Kepala Desa sendiri dalam pertemuan kemarin mengakui kelalaiannya selama ini yang kurang respon terhadap perkembangan Aliran baru (Wahabi) hingga berujung pada kerusuhan. Karna itu, sekarang ini warga masyarakat Desa Kotaraja mengharapkan kepedulian dan ketegasan Kepala Desa untuk menindak lanjuti sesegera mungkin permasalahan ini, karna jika tidak permasalahan ini akan berlarut-larut.  
Bagaimana tanggapan masyarakat saat ini? 


Berdasarkan peninjauan terhadap tanggapan masyarakat secara umum, bahwa kasus ini harus dengan segera dituntaskan mengingat gentingnya situasi dan kondisi masyarakat Desa Kotaraja. 
Beberapa tanggapan yang kami serap secara langsung dari masyarakat, diantaranya; 

  • Jika bangunan "Mushalla" yang selama ini dipergunakan (Wahabi) tsb tidak dirobohkan, besar kemungkinan suatu saat nanti akan difungsikan lagi sebagai tempat rekrutmen jama'ah. Hal seperti ini sudah terjadi di beberapa tempat lainya, seperti ; di Kesik, Suralaga dan banyak tempat lainnya yang kejadiannya hampir sama. Sebagai contoh di Suralaga, kerusuhan yang terjadi antara aliran (Wahabi) dengan warga sekitar didamaikan dengan menutup segala aktivitas (Wahabi) kemudian simbol berupa Mushalla difungsikan sebagaimana mestinya. Namun apa yang terjadi? Dalam waktu sekian lama Mushalla tsb kembali dipergunakan sebagai pusat dakwah dan rekrutmen anggota/jamaah (Wahabi). Kembali masyarakat mendemo, dan penyelesaiannya dengan cara yang sama. Dan pada akhirnya,  jama'ah tsb berkembang dan menyebar. Hingga saat ini Suralaga menjadi salah satu Pusat Dakwah Wahabi terbesar di Lombok Timur. 
  • Semua aktivitas (wahabi) di Desa Kotaraja dihentikan, kemudian bangunan (Mushalla) yang dipergunakan selama ini harus ratakan (dirobohkan), Karna jika tidak, tidak akan ada yang bisa menjamin terjadi konflik dan hal-hal yang tidak diinginkan yang mungkin saja berdampak lebih fatal lagi. Robohkan harga mati 
  • Oknum terkait (Isrofi) agar diasingkan dari Desa Kotaraja demi kenyamanan dan ketentraman masyarakat. 
Begitulah tanggapan masyarakat yang dapat kami himpun terkait problema yang kita hadapi saat ini.

Jika ada kekeliruan atas apa yang kami sampaikan, mohon saran dan masukan!
Share:

Mediasi di Balai Desa Kotaraja Terkait Kerusuhan Antara Aliran (Faham) Wahabi dengan Warga Masyarakat Desa Kotaraja

Rapat Pengambilan Keputusan Kasus Wahabi dengan Warga Desa Kotaraja
Sebagai salah satu bentuk tindak lanjut dari permasalahan yang terjadi di Desa Kotaraja beberapa hari lalu, Pemerintah Desa Kotaraja mengadakan mediasi kedua setelah sebelumnya diadakan mediasi oleh Kapolres Lombok Timur 08/08/2019 lalu. 
Kembali hari ini, Sabtu 10/08/2019 diadakan mediasi di Balai Desa Kotaraja dalam agenda "Rapat Pengambilan Keputusan Masyarakat Desa Kotaraja Terkait Kerusuhan Antara Aliran (Faham) Wahabi dengan Masyarakat Desa Kotaraja" dengan menghadirkan; Bapak Camat Sikur sebagai moderator, perwakilan Kapolres Lombok Timur, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Pemuda Desa Kotaraja. 
Berikut beberapa poin penting yang dapat kami sampaikan terkait pertemuan/mediasi kedua:
  • Perwakilan Kapolres Lombok Timur selaku penengah saat itu, beliau mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya masing-masing. Selanjutnya beliau menghimbau kepada para kadus untuk berperan aktif dan tetap memantau aktivitas masyarakat. Jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan agar segera melapor kepada pihak yang berwajib.
  • Dari Tokoh Agama, H Nasrullah, S.Sos.I beliau menyampaikan "Di Kotaraja kami sudah memiliki Tuan Guru yakni TGH. Muslihin yang sangat kami hargai dan kan taati sebagai guru kami, dan selama ini kami aman-aman saja hingga aliran (Faham) dari luar (Wahabi) ini datang dan mengacaukan keadaan dengan menimbulkan keresahan di masyarakat. Dan kami berharap agar semua elmen masyarakat nyaman. Jadi, tolong bantu kami, usir saja pendatang (Wahabi) ini agar kami tenang beribadah!". 
  • Dari Tokoh Adat, H. Lalu Ridwan beliau menyampaikan; "Kotaraja sudah berumur sekitar 400 tahun, dan selama itu tidak pernah terjadi hal-hal seperti ini karna sesungguhnya kita mempunyai Kearifan Lokal. Namun hal ini terjadi sekarang karna kita tidak kompak. Semoga dengan kejadian ini kita bisa kompak kembali. Saya pun setuju dengan pendapat H. Nasrullah, tapi sebaiknya diselesaikan dengan sebaik-baiknya karna selama ini arogansi di Kotaraja tidak pernah terjadi. Hal ini tidak perlu dibesar-besarkan, mari kita selesaikan dengan sebaik-baiknya. Dan jika memang harus ditutup (Aliran Wahabi), silahkan kita kembalikan pada masyarakat!". 
  • Dari Tokoh Agama, TGH Fahrurrozi. Beliau menjelaskan secara gamblang, "Saya mengetahui  kronologinya secara langsung. Faham (Wahabi) ini barang imfor dari luar, sangat asing bagi kami yang sudah rukun dengan keragaman yang kental. Secara akidah kita tidak bertentangan, kita hanya berbeda terhadap Furu' saja. Namun karna perbedaan ini, saudara kami di sebelah (Wahabi) tidak menerima sehingga toleransi tidak berjalan dengan baik. Mereka (Wahabi) justru mencela apa yang kami laksanakan selama ini. Namun jika itu kita bahas, sampai kiamat pun tidak akan habis-habisnya. Jadi, kami berharap saudara kami yang lain faham (Wahabi) agar melaksanakan fahamnya di luar Desa Kotaraja sesuai dengan aspirasi masyarakat!". 
  • Perwakilan Pemuda, M. Ofyan Khaeri, ST. Beliau menyampaikan beberapa poin inti, diantaranya; 
  • Semua aktivitas, baik pengajian, dakwah, TPQ dan rekrutmen harus ditutup!.   
  • Hialangkan semua simbol berupa Mushalla dan sebagainya, karna masih ada kemungkinan suatu saat akan digunakan kembali sebagai tempat kegiatan seperti ini. Intinya bangunan harus dirobohkan, karna jika tidak, siapa yang bisa menjamin keamanannya, Apa Bapak Kapolsek bisa menjamin? Siapa yang siap menjamin? kita tidak tahu apa yang akan terjadi terhadap keselamatan dan keamanannya (Wahabi) sedangkan kita sendiri tahu seberapa besar kemarahan masyarakat terhadap aktivitas dan keberadaannya yang sudah mengacaukan ketenangan dan ketentraman masyarakat!.
  • Tindakan hukum terhadap pihak terkait. Atas perbuatannya (Isrofi) yang telah menyakiti hati dan perasaan masyarakat banyak, agar dapat ditindak lanjuti!.
  • Ketua Forum, H. Lalu Arwan. Beliau berpendapat, "Saya pribadi berpendapat, kasus ini adalah perbuatan oknum. Kalau kita berbicara masalah mazhab, semua kita merasa dan ingin menang. Jadi sekarang, bagaimana cara kita agar menyamakan pendapat dengan kompak agar tidak menyinggung akidah yang lain. Yang diamankan oknumnya, bukan mazhabnya!".
  • Dari BPD Desa Kotaraja, Lalu Isnaeni. Beliau mengutarakan; "Wahabi berada di luar kearifan lokal yang selama ini kita tegakkan. Apapun aktivitasnya harus dihentikan. Bangunan (tempat aktivitas Wahabi) harus diratakan (dirobohkan), harus segera ditindak lanjuti, karna sudah jelas tujuan utama mereka (Wahabi) menggeser kearifan lokal. Sekali lagi ditekankan, bangunan harus diratakan!" 
  • Respon Kapolres Lotim (Kasatreskrim). Beliau menanggapi, " Kami yakin kearifan lokal yang sudah 400 tahun masih terjaga. Ada 2 kasus yang kami angkat dalam masalah ini. Namun begitu, jangan karna penilaian yang kita anggap benar menyebabkan kita salah dalam bertindak. Silahkan dituangkan apa keinginan masyarakat kita, namun kami tidak serta merta menahan (Isrofi) dengan alasan penistaan agama sebelum legalitas dari MUI atau dari yang lain. Hasil dari itu baru polres siap menangani, karna itu kami berharap agar masyarakat bisa menahan diri untuk tidak melawan hukum!". 
  • Perwakilan Pemuda (Jabon). Singkat saja, "Kami ingin keputusan yang jelas terhadap kasus ini. Jangan sampai kasus ini bertele-tele. Silahkan beri kami keputusan dan kepastian agar masyarakat tahu!". 
  • Kepala Desa Kotaraja, Lalu Supiandi. Beliau menanggapi singkat saja, "Ijin bangunan (Mushalla Wahabi) tidak ada. Dan tentang peresmiannya saya tidak hadir pada saat itu. Apa pun keputusan masyarakat, keluarga terkait menerima. Demi ketenteraman masyarakat!".
Sumber : Notulen Rapat (Jayadi).

 Kesimpulan sekaligus penutup 
Hasil musyawarah ini untuk sementara belum bisa di putuskan karna perlu sampaikan dan dipertimbangkan oleh pihak yang berwenang.  
Semua aspirasi masyarakat melalui perwakilan para tokoh akan ditampung sebagai pertimbangan untuk menentukan keputusan nantinya. 


Semoga bermanfaat!.
Share:

DI BALIK INSIDEN "BENTROKAN WARGA DENGAN WAHABI" DI DESA KOTARAJA

Kisruh yang terjadi di Desa Kotaraja beberapa hari lalu berujung pada mediasi POLRES Lombok Timur, Kamis 08/08/2019. Hadir pada saat itu; Kapolres Lombok Timur, Wakapolres Lombok Timur, Sekretaris MUI Lombok Timur, Ketua Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Lombok Timur, Kapolsek Sikur, Camat Sikur, Kepala Desa Kotaraja, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Desa Kotaraja. 

Dalam sambutannya, Wakapolres Lombok Timur Kompol. Bayu Eko Panduwinoto, S. Ik memberi pencerahan dan dan himbauan agar semua warga Desa Kotaraja bisa menahan diri untuk tidak bertindak dan menyerahkan permasalahan tsb kepada pihak yang berwajib. 
Begitu pun paparan Sekretaris MUI Lombok Timur, H. Mahsun, BA, beliau menghimbau untuk saling mengharga di tengah-tengah perbedaan faham/aliran yang terjadi di masyarakat. 
Salah satu perwakilan (Wahabi) Isrofi pada saat itu juga mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada warga Desa Kotaraja melalui perwakilan yang hadir saat itu. Dia mengaku bersalah atas insiden yang sesungguhnya tidak diharapkan. Hal itu pun terjadi karna memang sedang belajar memperdalam ilmu agama, adapun perbedaan faham yang di bawanya, jika dianggap salah agar segera ditegur. Sumber : Aripal


Keberadaan Wahabi di Kotaraja 
Kehadiran Wahabi di Desa Kotaraja sudah terdengar sejak awal tahun ini dan sempat menjadi pembicaraan di beberapa kalangan dan masyarakat setempat. Sebenarnya, pada awalnya warga masyarakat Kotaraja secara umum tidak begitu mempermasalahkan keberadaan Wahabi selama tidak ada yang merugikan. Namun beberapa bulan lalu terdengar isu bahwa Wahabi dalam pengajiannya menentang dan melarang warga untuk melakukan beberapa kegiatan yang menurutnya tergolong "bid'ah". Tentu saja hal ini sangat bertentangan dengan kebiasaan warga masyarakat Desa Kotaraja yang diantaranya; Pembacaan talqin pada acara pemakaman, Dzikir dan do'a untuk orang yang sudah meninggal dan beberapa kegiatan lainnya yang menurut mereka bukan kebiasaan orang muslim. Isu ini berkembang menjadi pembicaraan publik dan terdengar meresahkan bagi sebahagian warga.  
Untuk menanggapi akan hal ini, para Pemuda Desa Kotaraja melalui beberapa Forum Sosial Media diantaranya; WA, Messenger dan facebook sempat membuka tentang keberadaan Wahabi dan aktivitasnya yang terasa sedikit meresahkan warga. Dan sejauh yang kami pantau akan tanggapan dari beberapa pemuda di forum tersebut, beberapa yang berpendapat "biarkan saja mereka dengan keyakinannya, tidak usah mengurus keyakinan orang lain...!". Namun sebahagian besar lagi berpendapat : "Kita tidak bisa berdiam diri melihat situasi seperti ini, karna yang kita tahu saat ini mereka (Wahabi) sudah meresahkan warga dengan membid'ah-bid'ahkan berbagai kebiasaan yang selama ini kita jalani...!". 
Untuk mengambil jalan tengah atas respon para Pemuda di forum tsb, beberapa mengusulkan agar diadakan musyawarah tentang keberadaan Wahabi dan aktivitasnya dengan mengundang Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, para Pemuda dan warga Desa Kotaraja yang berkompeten dalam hal tsb. 
Belum terlaksana rencana para Pemuda untuk mengadakan musyawarah, lagi-lagi timbul permasalahan yang tidak bisa dihindarkan, salah seorang tokoh (Wahabi) yakni; Isrofi yang pada malam insiden pada suatu acara dzikiran yang diadakan di salah satu rumah warga, Isrofi menghampiri warga yang sedang dzikiran, dia melarang dzikiran tsb dan mengatakan bahwa perbuatan (dzikiran) yang dilakukan ini adalah perbuatan orang Non-Muslim. Sumber : Warga Setempat. Hingga pada akhirnya, warga keberatan dengan kalimat dan ucapan Isrofi yang sangat tidak toleran dan beretika, terlebih lagi (Isrofi) sebagai pendatang faham baru. Uacapan tsb memang terasa menyakiti dan tidak bisa diterima sehingga warga yang saat itu merasa terganggu segera mengabari sejumlah warga lainnya dan berita tsb  menyebar. Tak ayal lagi, beberapa saat setelah itu, sejumlah massa berdatangan ke lokasi, namun bukan hanya warga masyarakat Desa Kotaraja yang membanjiri tempat itu, bahkan warga Desa tetangga, yakni; loyok dan Peringga Jurang pun turut beraksi melumpuhkan Isrofi dkk serta merobohkan sebuah Mushalla yang digunakan (Wahabi) sebagai tempat mendokterin para pengikutnya. 

Info ini kami ambil dari beberapa sumber. Jika ada kekeliruan mohon saran dan masukan. Terimakasih.




Untuk Info Seputaran Kotaraja, jangan lupa mengunjungi kami di KOTARAJA MENYAPA 
Info Pendidikan di KOTARAJA LIPUTAN PENDIDIKAN 
Ceritera Unik, Lucu dan Menarik di KOTARAJA CERITA HARIAN 
Wisata Alam Pulau Lombok di SUDUT RINJANI 
Dekorasi dan Hasil Karya di KREATIVITAS KOTARAJA 
Kumpulan Cerpen di KARYA TULIS MAHKOTE SAKSAKE 


Semoga bermanfaat!
Share:

VIRAL 2019 ''LOMBOK KERAS"

Saking maraknya para pengguna sosial-media di Era Baru ini sehingga berbagai informasi dapat dengan mudah tersebar di seluruh pengguna sosial media. Tak ayal lagi, beberapa hal yang memang penting bisa dengan mudah dihebohkan atau diviralkan. Namun yang menjadi masalah saat ini, beberapa hal yang sebetulnya tidak penting namun dapat menjadi viral oleh sebagian pengguna Sosial Media. Seperti yang diviralkan beberapa waktu lalu, "Om Telolet Om" kata-kata ini menjadi viral karna saking banyaknya postingan yang menggunakan kalimat tersebut, bahkan kalimat ini sering sekali terdengar di sela-sela percakapan para remaja, tua dan muda hampir di seluruh negeri.
Begitu juga halnya kata-kata "Keras Lomok" yang sejak beberapa hari lalu mulai menggema dan anyak dibicarakan oleh masyarakat bahkan di salah satu Sosial Media (faceook) dalam tiga hari terakhir dapat diperkirakan ratusan postingan mengawali kalimatnya dengan "Keras Lomok..." 
Akan hal ini, kita tak perlu menanggapinya dengan serius, namun bukan berarti kita tak boleh mengikutinya karna sebenarnya ini bagian dari permainan Sosial Media dan merupakan sebuah hiburan bagi para penggemarnya.
Share:

SANGGAR PEPAOSAN KEMBALI MEMBUKA PROGRAM BEASISWA KURSUS BAHASA INGGRIS GELOMBANG KE-2

Melirik sejenak akan kebutuhan SDM di lingkungan Industri Pariwisata menjadi hal yang sangat urgen bagi masyarakat setempat terlebih akhir-akhir ini kesadaran para pemuda akan hal ini membuat mereka mulai membuka diri untuk terjun di bidang pariwisata.  
Salah satu gebrakan kecil yang dilakukan para pemuda Desa Kotaraja (GAPRAJA) yang bekerjasama dengan salah satu komunitas (PunkPoke Community) yang juga bergelut dalam pemberdayaan masyarakat dengan membentuk sebuah sanggar belajar yakni "Sanggar |Pepaosan" sebagai tempat pelatihan/ kursus Bahasa Asing (Bahasa Inggris). Adapun kursus ini diadakan secara gratis bagi para pelajar Tingkat SLTP dan SLTA/Sederajat. Program pelatihan dasar ini (Basic & Elementaruy) meliputi ; pelatihan Grammer, Listening dan Speaking, semua ini dilakukan secara gratis termasuk Modul Pembelajaran dan Sertifikat untuk 20 peserta yang memenuhi syarat dan ketentuan. Hanya saja untuk administrasi peserta dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000 dan iuran Rp. 6.000 per minggu (2 x pertemuan) sebagai oprasional setiap kegiatan. 
Sejauh ini, Program Beasiswa Kursus Bahasa Inggris ini mendapat sambutan baik olerh warga sekitar dan juga mendapat dukungan penuh dari berbagai kalangan termasuk Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Timur, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Pokdarwis Kabupaten |Lombok Timur, dan sejumlah Industri Pariwisata di sekitaran Kotaraja-Tetebatu.  
Menanggapi sejumlah permintaan dari para pelajar di sejumlah satuan pendidikan yang juga begitu antusias untuk dapat mengikuti kursus ini akhirnya pihak Managemen Sanggar Pepaosan kembali membuka pendaftaran/penerimaan peserta Beasiswa Kursus Bahasa Inggris untuk Gelombang ke-2. 
Untuk Formulir Pendaftaran, syarat dan ketentuan dapat diunduh di sini 
Informasi lebih lanjut bisa menghubungi kontak berikut : 
WA : 0818-0355-3305 
        : 0878-5145-4543
Share:

SANGGAR PEPAOSAN_JADWAL KURSUS & PEMBAGIAN KELAS_PROGRAM BEASISWA KURSUS BAHASA INGGRIS


Berikut kami sampaikan pembagian kelas untuk Beasiswa Kursus Bahasa Inggris Gelombang Pertama, sebagai berikut; 
CLASS DOT.O (Douvle One Two One/1.1.2.1) 

CLASS T-Q (Two-Quadral/2222) 
Untuk Jadwal Kursus Gelomang Pertama ditetapkan pada Hari Rabu & Jum'at, Pukul 15.00 wita s/d 18.00 wita.
.
Share:

HASIL INTERVIEW PESERTA PROGRAM BEASISWA BAHASA INGGRIS

Berikut kami sampaikan hasil akhir seleksi Program Beasiswa Kursus Bahasa Inggris









Dari hasil penilaian tes wawancara/interview bisa di lihat di bawah ini

Share:

INTERVIEW BEASISWA KURSUS BAHASA INGGRIS, SANGGAR PEPAOSAN BEKERJASAMA DENGAN MAS MAS SERGHINI BUNGALOWS

Senin, 13 Januari 2019 
Seleksi calon peserta Beasiswa Kursus Bahasa Inggris untuk sessen ke-4 dilaksanakan di "Mas Mas Serghini Bungalows". Kendati hujan lebat, namun para calon peserta bisa hadir untuk ikut interview/wawancara minat. Kehadiran ini juga menjadi nilai + (plus) bagi mereka yang bisa hadir dalam keadaan seperti ini, karna mereka sudah membuktikan betapa besar minat dan keinginan untuk mengikuti Program Kursus Beasiswa Bahasa Inggris. 
Lihat hasil akhir seleksi di sini
Penilaian dilakukan dengan beberapa kriteria; 
  • Penilaian Motivasi dengan bobot 35%
  • Konsistensi dengan bobot 40%
  • Minat 15%, dan
  • Penilaian Bakat 10% 
Dari hasil akhir penilaian/seleksi, para calon peserta Beasiswa Kursus Bahasa Inggris mendapatkan nilai rata-rata di atas standar yang sebelumnya sudah ditetapkan panitia. Namun tentu saja mereka akan berlomba mengingat kuota untuk penerima Beasiswa Kursus Bahasa Inggris ini hanya 20 orang. 

Share:

GAPRAJA-PUNKPOKE AKAN MENGGEDOR PINTU WISATA BARU BERBASIS KOMUNITAS YANG DISEBUT "VOLUNTOURISM"

Acara Pembukaan dan Seremony Program Beasiswa Bahasa Inggiris berlokasi di MAS-MAS BUNGALOW dengan menghadirkan tamu undangan dari beberapa instansi, diantaranya Sekdis Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur (Martawi), Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (Ahmad Roji, SE), Berugak Lombok / Doktor Ekonomi Belgia (Dr. Supiandi), Lontar / Dosen Sosiologi Pariwisata UNRAM (Azhar Evendi, Ma). Acara ini juga akan diramaikan oleh touris/wisatawan asing yang akan dihadirkan oleh pengelola MAS-MAS BUNGALOW.
Program Beasiswa Kursus Bahasa Inggris yang diadakan oleh GAPRAJA-PunkPoke Community ini merupakan gebrakan baru sebagai salah satu pintu masuk ke dalam dunia pariwisata. Dengan membuka peluang bagi para pelajar tingkat SLTP dan SLTA untuk memperdalam pengetahuan dan pengalaman berkomunikasi dalam bahasa asing memungkinkan lulusan peserta didik ini akan mampu menuju dunia internasional dengan bermodalkan keahlian berbicara dalam bahasa asing. 
Program Kegiatan Kursus ini akan sangat membatu karna GAPRAJA-PunkPoke sudah bekerjasama dengan berbagai Industri Periwisata, diantaranya menjalin kerjasama dengan MAS-MAS BUNGALOW, Farmer Homestay, dan beberapa tempat wisata lainnya sebagai tempat Study Tour. 
Adapun Voluntourism artinya dalam pelaksanaan Program Kegiatan akan melibatkan para touris/wisatawan asing untuk ikut serta sebagai relawan dalam mengajar dan memberi bimbingan kepada para pelajar/peserta didik. Dengan demikian para peserta didik nantinya akan terbiasa berkomunikasi secara langsung dengan para touris/wisatawan asing. 

Share:

PROGRAM VOLUNTOURISM GAPRAJA & PUNKPOKE COMMUNITY DENGAN MAS-MAS BUNGALOW

KERJASAMA DI BIDANG INDUSTRI PARIWISATA
PUSAT BELAJAR DAN PENGEMBANGAN BAKAT, Foreign Language Center (FLC) MARANG-KOTARAJA

Foreign Language Center (FLC) yang sebelumnya dibentuk oleh perwakilan GAPRAJA (Ofyan Khairi, ST) bekerjasama dengan KAPARINJANI (Komunitas Pecinta Alam  Rinjani) PunkPoke Community, akan menjalin kerjasama dengan beberapa Industri Pariwisata yang ada di Lombok Timur.
Sebagai salah satu bentuk upaya / langkah awal yang dilakukan FLC Marang-Kotaraja mengawali beberapa Program Kegiatan yang nantinya akan menunjang proses pelatihan dan bimbingan belajar, yakni dengan membangun kerjasama dengan MAS-MAS BUMGALOW. 

DaLam kunjungannya, FLC (Ofyan Khaeri ST) memperkenalkan dan menawarkan sebuah kerjasama  yang tentunya akan saling menunjang kebutuhan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu dan kualitas Industri Pariwisata itu sendiri. 
Sambutan dari Pengelola MAS-MAS Bungalow (Matu) sangat memuaskan. Beliau siap mendukung penuh, bahkan beliau menarwarkan untuk acara "Pembukaan sekaligus Seremony" bisa dilaksanakan di MAS-MAS Bungalow.
Share:

Popular Posts

Labels

Blog Archive

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.