Momentum, Budaya Sasak, Aktivitas, Pengembangan Diri, Pengembangan Karakter, Tinjauan, KOTARAJA Melirik, Senyum Putra-Putri Tunas Bangsa.

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

KOTARAJA, KUNJUNGAN PENGURUS BUMDES KE SEMUA ANGGOTA


Hasil evaluasi BUMDesa Muda Karya Mandiri bersama Pengawas, terdata sebahagian besar pembiayaan masyarakat mengalami kemacetan.

Menyikapi kondisi ini, pengurus BUMDesa menjadwalkan kunjungan ke semua anggota/nasabah terkait guna memastikan kendala pembayaran angsuran serta memastikan pengembalian modal pembiayaan

Dari hasil analisa lapangan, sebahagian besar anggota/nasabah mengalami gagal angsuran dikarenakan usahanya tidak berjalan lancar. 

Mengingat modal usaha yang dijalankan BUMDesa harus dikelola dengan baik dan lancar, pengurus BUMDesa meminta kepada anggota/nasabah terkait agar menyelesaikan tunggakan sesegera mungkin dengan memberi tenggang waktu maksimal pengembalian moda

Share:

KOTARAJA - SUSUNAN ACARA EVENT FOR 17 AGUSTUS 2021

Berikut kami sampaikan Susunan Acara HUT RI ke-76 Desa Kotaraja

Pembukaan Acara

14 - 21 Agustus 2021

Bazar BUMDESA Memperkenalkan Produk Lokal Masyarakat Desa Kotaraja; 

Produk Hasil Kerajinan

GULDEN ART - Kerajinan Kayu; Rehal, Set Kursi dll

SUHAIMI - Kerajinan Besi; Pisau, Parang, Sabit, Kapak, Cangkul, Pacul dll

REZEKIN TR - Produk olahan limbah sampah; Pot Bunga, Lampion dll

Kuliner

WARUNG BUNDA - menyediakan Makanan Siap Saji (Marang Utara)

BUNDA MARIA - Promosi Produk Lokal  Kopi Waktu dan Aneka Stick (Marang Selatan)

MOBY FOOD&DRINK - menyediakan Makanan dan Minuman (Otak Desa)

ENTIGA SIBAWAYH - menyediakan Makanan dan Minuman (Marang Selatan)

PUSAKA RINJANI - menyediakan Makanan dan Minuman (Dayan Prken)

MEDITASI KOPI - Racikan Kopi Siap Saji taau Barista (Dalem Lauq)

RANA RANI STICK - Promosi Produk Lokal Stick Ubi (Marang Utara)

Aneka Lomba

14 Agustus 2021

Lomba/Permainan di Darat

PANTOK KEKEMBUNG - Disebut juga Pukul Balon yang pesertanya ditutup mata dengan kain dan di lengkapi dengan kayu pemukul, selanjutnya berjalan sejauh + 10 m menuju dimana balon digantung untuk dipecahkan. Peserta hanya diberikan 2 kali kesempatan memukul, dan bagi yang berhasil memecahkan balon akan mendapatkan hadiah.

BRERI KARUNG - Disebut juga Lari Karung. Setiap peserta 3 orang yang tubuhnya dimasukkan ke dalam karung kemudian diikat, bagian krpala menggunakan helmet. Selanjutnya peserta akan berlomba lari, dan pemenangnya adalah yang pertama kali sampai batas finish

KEKEQ KEPENG - atau disebut juga Gigit Koin, dimana sejumlah puluhan koin ditancapkan pada media (biasanya jeruk), jeruknya dibubuhi kecap manis kemudian digantung. Peserta sekitar 5 orang yang masing-masing kedua tangannya diikat, lalu secara bersamaan diberikan kesempatan untuk menggigit dan menarik koin yang tertancap pada jeruk hanya dengan menggunakan gigi. Koin-koin yang berhasil ditarik itulah yang didapatkan.

BERAWEKAN TELI - umumnya disebut Tarik Tambang adalah permainan tim yang anggota per tim biasanya 5 orang. 

15 Agustus 2021

Lomba/Permainan di Air

JUPER BEBEK

PANTOK GALANG

16 Agustus 2021

Acara Lomba

FINAL LOMBA

LETEQ BUAQ

DOORPRIZE

Acara Inti

17 Agustus 2021

UPACARA BENDERA Di AIR

Upacara Unik, Petugas Upacara di air Dam/Bendungan sementara Peserta Upacara di pinggir atau di bibir Dam/Bendungan 

PELEPASAN MERPATI

Pepelasan 1000 merpati oleh peserta atau pegiat burung merpati yang ada di Desa Kotaraja dan sekitarnya

PELEPASAN IKAN

Pelepasan Ikan sejumlah 2 s.d 3 kwintal di Dam Bangka

MANCING MANIA

Start pemancingan oleh para peserta yang sudah mendapatkan Kartu Anggota (KTA) Mancing Mania baik warga lokal maupun luar desa.


Share:

KORATAJA - EVENT FOR 17 AGUSTUS 2021 PROMOSI WISATA PEMANCINGAN

Perayaan HUT RI 76 tahun ini,  Desa Kotaraja mengadakan Event BAZAR BUMDESA dan MANCING MANIA sekaligus mempromosikan Taman Wisa Baru yakni TAMAN WISATA KOKOQ BANGKA


Kepala Wilayah (Kawil) Harul Faridi menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu cara untuk mempromisikan keberadaan Taman Wisata Kokoq Bangka.



"Ini adalah salah satu cara untuk kita memperkenalkan keberadaan taman wisata kita" tuturnya

Turut andil dalam acara ini KAPARINJANI/PunkPoke Community sebuah komunitas yang bergerak dibidang sosial masyarakat. Dalam kapasitasnya, KAPARINJANI/PunkPoke Community melalui Pathurrohman menyatakan siap mensukseskan Event 17 Agustus 2021 ini.

"Event ini tidak akan berhasil kalau hanya berwacana atau pun hanya setengah-setengah. Kami disini siap membantu semaksimal mungkin, kami akan mempromosikan dan mengajak komunitas lainnya yang ada di Desa Kotaraja untuk turut berpartisipasi". tuturnya

Baca disini : BAZAR BUMDESA MUDA KARYA MANDIRI

Kawil Haerul Faridi bersama sejumlah RT selaku penanggung jawab atas acara pesta rakyat (Wisata Pemancingan (berdasarkan keinginan masyarakat setempat) mengkoordinir penyiapan protokol kesehatan, keamanan, kebersihan dan jalannya kegiatan. Selanjutnya BPD setempat Jayadi Ansada mewakili pemuda menyusun acara lomba dan kegiatan lainnya. Pengurus KAPARINJANI Pathurrohman menyiapkan tim promosi, documentasi, plank kebersihan dan mengajak komunitas lainnya yang ada di Desa Kotaraja untuk berpartisipasi. Direk BUMDESA menyiapkan desain, Promosi Taman Wisata, Promosi Produk Lokal dan pengaturan lapak, documentasi kegiatan dsb.


Share:

TIDAK DIPERKENANKAN BAGI PENDAMPING DAN KETUA KELOMPOK PKH MEMEGANG KARTU MILIK KPM

Gerakan Pegang Kartu Keluarga Sejahteta (KKS) Sendiri


Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) adalah kartu yang diterbitkan pemerintah bagi keluarga kurang mampu sebagai media penyaluran bantuan sosial. Ada pun gerakan pegang KKS sendiri ditujukan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM), SDM PKH dan seluruh masyarakat guna mengurangi resiko penyalahgunaan KKS oleh pihak lain.

Isu dugaan penyalahgunaan bansos PKH dan Bansos Non Tunai masih berkembang, hal itu juga dikonfirmasi Kepala Dinas Sosial H. Ahksanul Khalik, S.Sos, HM. 

Dikutip dari Ampenannews.com. Dinas Sosial Privinsi dan Kabupaten Kota akan menindak tegas bagi para SDM yang menyalahi aturan kode etik sebagai pelaksana PKH, terlebih lagi jika menguasai para KPM.

"Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik KPM PKH harus dibawa sendiri dan proses pengambilan bansos juga dilakukan sendiri, tidak boleh dititipkan kepada pendamping atau koordinator PKH atau diwakili kepada siapapun, dan tidak boleh ada imbal jasa atau pungutan apa pun yang dikenakan kepada para KPM" tegasnya.

Jadi di sini sudah jelas bahwa pendamping maupun Ketua Kelompok tidak diperkenankan nenguasai atau mengambil alih dengan memegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kalaupun ada KPM yang belum tahu cara penarikan bantuan yang diberikan, maka harus meminta bantuan kepada para sanak keluarga terdekat karna dengan alasan apa pun pendamping atau Ketua Kelompok dilarang untuk mencairkan bantuan tersebut.

Kembali lagi dengan Akhsanul Khalik, menurutnya Kemensos mewajibkan para pendamping dan koordinator PKH untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para KPM yang mencakup tentang kebijakan perubahan, waktu penyaluran bansos dan besaran nilai yang diterima. Dengan demikian, para KPM akan mengetahui seberapa besar bantuan yang harus diterimanya.


Share:

PENGELENGSIR - KAMI ADALAH BANGSA PEMAAF

Tradisi Adat Sasak "betetulak" sebagai salah satu Kearifan Lokal yang kita miliki sudah sepatutnya kita jaga kelestariannya karna selain untuk mempererat hubungan silaturahim antar warga juga memiliki nilai luhur yang terpendam didalamnya. Terlebih lagi dari prosesi acara ini selain melibatkan Tokoh Adat juga melibatkan Tokoh Agama yang memimpin do'a bersama agar terhindar dari segala mala peteka dan bencana. 
Baca di sini : Tradisi Adat Sasak "betetulak" Marang Pedalaman - Kotaraja 
Sebuah kesuksesan tidak mesti berjalan mulus tanpa ada rintangan. Begitu pula dengan upaya untuk mengangkat dan mempertahankan Tradisi Adat Sasak "betetulak" ini, sejak menjelang hingga pasca Acara Puncak sempat terjadi perdebatan beberapa warga di beberapa forum sosial media tentang prosesi acara yang menurut salah seorang warga (Eyang Guru) bahwa Tradisi Adat ini adalah syirik. Sementara itu, warga masyarakat Marang merasa keberatan dengan pernyataan tersebut hingga hampir berujung pada kerusuhan. 
Pengelengsir 
Menyikapi akan hal ini, para Tokoh Masyarakat (Pengelengsir) Marang Pedaleman mengadakan pertemuan untuk membahas permasalahan serta mencari solusi yang terbaik untuk meredam emosi masyarakat Marang yang geram akan pelecehan Tradisi Adat tsb. Permasalahan tersebut harus segera diselesaikan karna jika berlarut-larut tentu akan menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan. 
Diungkapkan oleh salah satu Tetua (Pengelengsir) H Lalu Suharto bahwasannya acara Adat "bebetulak" adalah tradisi yang sejak dahulu dilakkan oleh para leluhur Marang Pedaleman dengan tujuan untuk memohon kepada Allah agar terhindar dari musibah ataupun bencana. Begitu pun yang dilaksanakan saat ini adalah untuk tujuan yang sama dan juga untuk membangkitkan lagi kegiatan "betetulak" yang sekian lama hilang. 
"Adapun mengenai permasalahan yang timbul saat ini adalah karna kesalahfahaman, seseorang yang mengatakan tradisi ini syirik tentu belum memahami secara benar niat dan tujuan dari "betetulak" ini. Memang saat ini masyarakat kita Marang sangat geram dengan ungkapan (syirik) tersebut, bahkan kabarnya sebagian warga Marang sempat mencari seseorang tersebut ke rumahnya untuk minta pertanggungjawaban ucapannya namun tidak bertemu saat itu, begitulah kemarahan warga kita. Namun begitu, kita di sini sebagai tetua sebenarnya tidak megharapkan kejadian seperti itu. Kita harus bijak dalam menanggapi masalah ini, karna mungkin seseorang tersebut masih belum faham dengan Tradisi Adat kita ini. Mari kita undang mereka untuk membahas permasalahan ini, dan atas ucapannya (mengatakan syirik) yang melukai hati masyarakat kita bisa maafkan. Namun perlu kita undang dia dan berikan pemahaman agar kita bisa saling menghargai dan memaafkan, karna kita adalah pemaaf!" tuturnya.  

Lalu Jaya Wardana juga mengungkapkan, "Ini adalah Budaya Adat yang kita miliki yang secara turun temurun dilaksanakan oleh para Pendahulu kita. Kita memang sangat marah dan terpukul dengan ucapan salah seorang tersebut yang telah menghina dan melecehkan Tradisi Adat kita, dan memang jika kita menuruti amarah tentu akan berujung pada hal-hal yang tidak kita harapkan, namun kita kembali lagi bahwa kami sebagai orang tua, terlebih lagi bangsa kita adalah pemaaf, tentu saja kita selesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya agar tidak terulang kembali, kita siap memaafkan atas kekeliruan dan kesalahfahaman ini. Ada pun untuk meredam kemarahan warga saat ini, kita siap menerima Eyang Guru tersebut untuk meminta maaf kepada warga demi keamanan dan kenyamanan kita sebagai warga masyarakat Desa Kotaraja. 
Secara pribadi, para Pengelengsir Marang bisa memaklumi dan memaafkan Eyang Guru, namun untuk menetralisir kemarahan warga tentu saja harus ada permintaan maaf dari Eyang Guru. Permintaan maaf yang diucapkan secara langsung dihadapan warga. 
Dalam pertemuan tersebut diutus Kawil Marang Selatan Khaerul Faridi untuk secara pribadi menemui Kawil dimana Eyang Guru berdomisili guna membahas permasalahan ini agar tidak berlarut-larut dan menyelesaikannya secara kekeluargaan. 

Kesimpulan : 
Kesalahfahaman rentan terjadi jika kita tidak memahami sesuatu dari berbagai sisi. Jadi, mari kita biasakan diri untuk mempelajarai segala sesuatunya sebelum membuat kesimpulan. Setiap permasalahan tentu ada solusi, mari kita utamakan penyelesaian secara kekeluargaan.  

Semoga bermanfaat...  
Share:

KOTARAJA - MEMPERKENALKAN BUDAYA ADAT SASAK "BETETULAK" MARANG PEDALEMAN - KOTARAJA

Acara Puncak gelaran do'a bersama Tradisi Adat Sasak "betetulak" Pedukuhan Marang Pedaleman  Desa Kotaraja dihadiri oleh ribuan masyarakat setempat. 
Tradisi Adat "betetulak" ini adalah salah satu Kearifan Lokal yang secara turun temurun dilaksanakan oleh para Pengelengsir Marang Pedaleman hingga saat ini. 
.
Share:

KOTARAJA - ACARA PUNCAK "BETETULAK" MARANG PEDALAMAN - KOTARAJA

Acara Puncak Tradisi Adat Sasak "Betetulak" Pedukuhan Marang Utara Pedalaman Desa Kotaraja dilaksanakan hari ini Minggu 21 Juni 2020. Acara Puncak ini adalah sebagai lanjutan dari kegiatan lima hari sebelumnya. 
Direncanakan acara ba'da Shalat Asar dengan iringan pembawa benda pusaka "Qur'an Beleq" start dari kediaman H. Lalu Suharto melintasi jalan kampung Pedukuhan Marang, selanjutnya kembali untuk do'a bersama yang akan dipimpin oleh Bapak Tuan Guru H Muslihin. "Qur'an Beleq" adalah salah satu benda peninggalan leluhur yang sampai saat ini masih tersimpan diMarang Pedalaman Kotaraja. 
Ribuan warga lokal diperkirakan akan menghadiri Acara Puncak ini seperti pada lima hari sebelumnya. Selain itu, beberapa tokoh lainnya; Camat Sikur, Pendamping Kecamatan, Pejabat Desa Kotaraja, BPD serta sejumlah tokoh lainnya turut diundang dalam acara ini. 
Baca di sini : Tradisi Adata Sasak "betetulak" Marang Pedaleman Kotaraja
Share:

KOTARAJA - TRADISI ADAT SASAK "BETETULAK" PEDUKUHAN MARANG PEDALEMAN - KOTARAJA

BETETULAK adalah salah satu Tradisi Adat Sasak yang konon sudah ada sejak masuknya Islam di Lombok yang dibawa oleh Sunan Perapen pada masa berjayanya Kerajaan Selaparang. 
Tradisi ini hanya dilaksanakan di beberapa tempat saja oleh warga setempat, seperti di Kerekok (dusun tua) Kelurahan Rembiga. Kerekok adalah salah satu pedukuhan tua yang ada di Kelurahan Rembiga yang menjadi tempat bermukim salah satu dari 6 orang santry Sunan Perapen. Tempat lainya adalah di Desa Pengadangan Kecamatan Peringgasela dan beberapa tempat lainnya termasuk di Pedalaman Marang Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Lombok Timur. 
Betetulak Pedalaman Marang - Kotaraja. 
Kegiatan ritual "betetulak" yang dilakukan oleh warga setempat (Pedalaman Marang Utara Desa Kotaraja) biasanya dilaksanakan setiap satu Suro atau 1 Muharam (Tahun Hijriyah) tapi bisa juga dilakukan pada saat datangnya musibah atau pun bala bencana. Ritual ini sebelumnya sempat vakum beberapa tahun lamanya, namun mengingat Pandemi COVID-19 yang saat ini melanda membuat para tokoh (Pengelengsir) dan Pemuda untuk mengelar kembali  tradisi "betetulak" dengan melibatkan Tokoh Agama, Tokoh Adat Desa Kotaraja.   

Tradisi "betetulak" atau disebut juga "tolak bele" adalah Kearifan Lokal yang digelar dalam rangka memohon kepada Tuhan agar dijauhkan dari bala' atau bencana.
Pada prosesi "betetulak" berdasarkan makna yang terkandung di dalamnya "kembali kepada Allah" dengan melakukan do'a bersama, do'a-do'a keselamatan serta shalawat yang dipimpin oleh Tuan Guru atau Kiyai. Setelah do'a bersama dilanjutkan dengan acara makan bersama yang dalam sasak disebut "begibung". 
Peran Tokoh Agama 
Dalam pelaksanaan Tradisi Adat Sasak "betetulak" tidak lepas dari peran Tokoh Agama yang dalam hal ini sebagai Penasihat. Begitu halnya dengan Bapak Tuan Guru H. Muslihin dalam hal ini beliau memberi saran dan do'a-do'a yang baik (do'a memohon agar terhindar dari bencana) menyesuaikan kondisi dunia pada saat ini. 
Peran Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat 

Peran Aktif para Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat (Pengelengsir) dalam pergelaran acara ini adalah sebagai penasihat dan juga sebagai pembawa informasi tentang dasar, asal usul serta tata cara pelaksanaan berdasarkan apa yang mereka terima dan laksanakan secara turun temurun yang tentunya tidak menyimpang dari ajaran Agama Islam. 
Peran Tokoh Pemuda 
Seperti yang kita ketahui Pemuda adalah salah satu Tokoh yang sangat menentukan kualitas dari suatu wilayah. Termasuk di dalamnya menjaga kelestarian Budaya Adat Lokal, salah satunya Tradisi Adat Sasak "betetulak". Peranan Pemuda di sini tentunya menggali dan mengangkat kembali Kearifan Lokal yang kita miliki. 
.
Share:

KOTARAJA - SALAM IDUL FITRI - KAWASAN BEBAS CORONA


Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
Salam Idul Fitri
Kami dari Tim Sosial Media Desa Kotaraja Mengucapkan; 
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H. 
Mohon Maaf Lahir & Batin...
Pandemi COVID-19 yang mewabah diseluruh penjuru dunia telah berdamapak pada sosial ekonomi masyarakat. Berbagai gejolak timbul mewarnai pemerintahan dan kemasyarakatan. Segala bentuk kesalahfahaman, kekeliruan, kehilafan serta kekurangan dalam pelayanan dan kebijakan tentu berpotensi merusak hubungan baik antar sesama. 
Karna itu, pada kesempatan yang sangat baik ini, di bulan yang penuh berkah dan ampunan, sudah selayaknya kita sebagai muslim untuk saling memaafkan.  
Semoga dengan tetap mengingatkan dan saling memaafkan, ikatan silaturahim tetap terjaga. Mari kita perbaiki kesalahan, kekeliruan, kelalaian, dan kekurangan pribadi masing-masing. Mari kita lebih peduli sesama, peduli terhadap lingkungan sekitar, saling menghargai tanpa memandang angkatan dan jabatan, mengesampingkan kepentingan prbadi dan golongan dan mngutamakan kepentingan bersama demi kebaikan dan kenyamanan serta kemaslahatan masyarakat Desa Kotaraja. Aamiin Ya Robbal Aalamiin... 
Kotaraja Kawasan Bebas Corona 
Desa Kotaraja yang terletak di Titik Koordinat 116.4303 BT / -8.57649 LS adalah salah satu desa yang padat penduduk dengan luas wilayah sekitar 360.98 Ha. Hingga saat ini tercatat sekitar 4.292 Kepala Keluarga dan sekitar 15 ribu jiwa yang tinggal/berdomisili di Desa Kotaraja. 
Jika dilihat dari kepadatan penduduk serta berbagai aktivitas sosial dan ekonomi yang begitu pesat tentu sangat mengkhawatirkan adanya potensi penyebaran Virus Corona yang merebak di berbagai tempat. Namun sampai saat ini ternyata Desa Kotaraja masih bertahan pada Zona Aman karna sampai saat ini tak satu pun warga masyarakat Desa Kotaraja yang terpapar dan terkena serangan Virus Corona.

Ucapan Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Kotaraja, Polmas Desa Kotaraja, Babinsa Kotaraja, Lembaga-lembaga Desa Kotaraja, Relawan COVID-19 Desa Kotaraja, Organisasi Pemuda Desa Kotaraja beserta para Tokoh dan Pemuda Desa Kotaraja yang telah peduli dan berkontribusi pada masa Pandemi COVID-19. 

Berikut adalah beberapa aktivitas Pemerintah Desa Kotaraja dalam menghadapi situasi dan kondisi masyarakat Desa Kotaraja

Pengadaan Hand Sanitizer 
Menghadapi Pandemi COVID-19 Pemerintah Desa Kotaraja telah melakukan berbagai kegiatan antisipasi penyebaran Virus Corona. 
Dari sekitar 4.200 KK yang terdata dari 12 Kewilayahan Desa Kotaraja, disiapkan 4.500 Sabun Anti Septik atau Hand Sanitizer untuk dibagikan kepada seluruh Kepala Keluarga. Ada pun tujuan disiapkannya 4.500 Sabun Antiseptik karna mengingat sejumlah Kepala Keluarga masih belum memiliki Kartu Keluarga, baik yang seatap (tiggal serumah) atau pun yang masih numpang di Kartu Keluarga lainnya. Dengan demikian diharapkan ketersediaan Sabun Antiseptik bisa mencakup seluruh Kepala Keluarga baik yang sudah memiliki atau pun yang belum memiliki Kartu Keluarga. 
Lihat : Penyediaan 4.500 Hand Sanitizer dan sejumlah wadah cuci tangan untuk warga masyarakat Desa Kotaraja 

Kotaraja Kawasan Wajib Mengenakan Masker 
Sosialisasi Pemerintah Desa Kotaraja bekerjasama dengan Camat, Kepolisian dan Babinsa serta para Tokoh Masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona berjalan baik. Dari agenda-agenda pembagian Masker yang dilakukan pada beberapa tempat, sekaligus bersosialisai kepada masyarakat baik para pengguna jalan seputar Desa Kotaraja atau pun warga masyarakat di masing-masing Kewilayahan dengan memberikan pemahaman akan pentingnya mengenakan Masker pada saat beraktivitas luar atau setiap berintraksi dengan orang lain. 
Lihat : Desa Kotaraja Kawasan Wajib Mengenakan Masker 

Pembatasan Akses Keluar Masuk Wilayah Desa Kotaraja 
Untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona Pemerintah Desa Kotaraja memutuskan untuk menutup Akses Jalan Masuk dengan membuat Portal di keempat titik (perbatasan wilayah) pada jam 16.00 sampai 22.00 wita. Ada pun tujuan dilakukan pembatasan keluar masuk wilayah pada pukul tersebut adalah karna pada saat itulah pusat keramaian baik oleh warga lokal mau pun warga dari desa-desa tetangga guna berbagai keperluan. Dari yang terpantau jauh sebelumnya bahwa hampir ribuan orang yang beraktivitas seputaran jalur/jalan umum Desa Kptaraja. Dengan begitu, salah satu langkah tepat untuk mengurangi keramaian adalah dengan Pembatasan Akses Masuk Wilayah pada waktu-waktu tertentu.
Lihat : Kerjasama Pemerintah Desa Kotaraja dengan desa-desa tetangga dalam pembuatan Portal dan pembatasan Akses Masuk Wilayah Desa Kotaraja 

Pemantauana dan Penanganan Aktivitas Pengguna Pasar Umum Desa Kotaraja  
Mengantisipasi salah satu titik yang sangat berpotensi penyebaran Virus Corona yaitu Pasar Umum Desa Kotaraja adalah dengan melakukan sosialisasi secara rutin dan membuat kebijakan/peraturan tegas bagi para pengguna pasar untuk tetap mengindahkan himbauan dan mematuhi peraturan demi keselamatan dan kenyamanan warga masyarakat Desa Kotaraja. Jika pun ada yang melanggar peraturan yang sudah disepakati bersama akan ditindak tegas dengan tidak memberikan ijin untuk menggunakan Pasar Umum Desa Kotaraja. Peraturan lainnya adalah dengan membatasi pedagang yang berasal dari luar wilayah Desa Kotaraja. Dengan adanya peraturan-peraturan tersebut diharapkan bisa mencegah potensi penyebaran Virus Corona.  
Lihat : Peraturan Kewajiban Menggunakan Masker bagi para pedagang dan pengunjung Pasar Umum Desa Kotaraja 

Berikut adalah aktivitas Pemuda di tiap-tiap kewilayahan serta andil Lembaga-Lembaga Desa Kotaraja 

Peduli Lingkungan oleh Pemuda Marang Selatan
Kegiatan ini diinisiasi oleh Kawil, BPD serta Pemuda Marang Selatan dengan mengadakan Penyemprotan di tiap-tiap rumah warga dan di titik-titik tertentu. Belasan Pemuda  turut andil menyiapkan alat dan bahan penyemprotan sekaligus sosialisasi kepada warga tentang pentingnya menjaga diri, keluarga serta lingkungan sekitar. 
Lihat : Gerakan Peduli Lingkungan Marang Selatan 

Peduli Lingkungan oleh Pemuda Kewilayahan Kedondong 
Mengantisipasi isu penyebaran Virus Corona di sejumlah tempat, Kawil Kedondong mengadakan gebrakan dengan membatasi akses keluar masuk Kewilayahan Kedondong dan membuat Awik-Awik atau peraturan masyarakat yang disepakati bersama guna menjaga keamanan dan kenyamanan warga sekitar. Dalam Awik-Awik tersebut dilengkapi dengan sanksi-sanksi bagi siapa pun yang melanggar atau tidak mengindahkan pertaturan yang telah di sepakati bersama. 
Lihat : Awik-Awik Kewilayahan Kedondong 

Peduli Lingkungan oleh Pemuda Gubuk Lelekok 
Peduli terhadap situasi dan kondisi Pandemi COVID-19, para Pemuda Gubuk Lelekok Marang Selatan mengadakan pengadaan dan pembagian Masker kepada warga sekitar. Kegiatan ini dimotori oleh Lalu Iqbal dengan merangkul Pemuda setempat untuk andil menyiapkan Masker sebanyak mungkin untuk dibagikan kepada setiap warga sekaligus mengadakan sosialisasi bagaimana cara mengantisipasi isu penyebaran Virus Corona.  
Lihat : Gerakan Peduli Lingkungan Gubuk Lelekok 
Peduli Lingkungan oleh BUMDesa "Muda Karya Mandiri" Kotaraja 
Pembagian Masker oleh BUMDesa "Muda Karya Mandiri diperuntukkan kepada ratusan anggotanya. Terdata sekitar 200 anggota/nasabah dalam 2 bulan pertama Pembentukan Kepengurusan BUMDesa. Selain pembagian Masker kepada seluruh anggota/nasabah, Masker juga diperuntukkan kepada Pemerintah Desa beserta Kaur dan BPD Desa Kotaraja 

Peduli Lingkungan oleh Pemuda Kewilayahan Jabon 
Penyemprotan Disinvektan oleh para Pemuda di Kewilayahan Jabon dipandu BPD Jabon Lalu Zul. Penyemprotan dilakukan di tempat-tempat ibadah dan rumah-rumah warga. Pembagian Masker juga dilakukan dan membantu para orang tua bagaimana cara mengenakan Masker serta sosialiasi cara berintraksi dengan orang lain
Peduli Lingkungan oleh LKS-ABDI 
Mengingat pentingnya mengenakan Masker bagi masyarakat, sementara sebahagian besar masyarakat pada saat itu masih belum mempunyai Masker, Ketua LKS-ABDI Marang Utara menyiapkan Ratusan Masker dan sejumlah wadah cuci tangan dan membagikannya kepada warga sekitar. 
Lihat : Pembagian Masker oleh LKS-ABDI 
Peduli Lingkungan oleh Pemuda Kewilayahan Tibukarang 
Penyemprotan Disinvektan juga dilakukan oleh para Pemuda di Kewilayahan Tibukarang yang dipandu langsung oleh BPD Tibukarang Lalu Yustri Wardana. Beliau adalah salah satu BPD yang aktif di berbagai kegiatan kepemudaan. 
Peduli Lingkungan oleh BMT 
BMT sebagai salah satu lembaga keuangan yang ada di Desa Kotaraja turut andil dalam menghadapi situasi dan kondisi Desa Kotaraja dengan mengadakan pembagian Masker untuk para pengguna jalan di Jalan Umum Desa Kotaraja. 
Penyemprotan Masal Desa Kotaraja oleh Relawan COVID-19 Kotaraja 
Relawan COVID-19 Kotaraja terbentuk dari kepedulian para Pemuda (Lalu Wardiman, Lalu Iqbal, Lalu Anggi, Lalu alu Gilang, Didi Hamdani) dan didukung oleh perwakilan Pemuda (Lalu Taufiqri Hidayat) dan perwakilan KAPARINJANI/PunkPoke Community. 
Peduli terhadap situasi dan kondisi Desa Kotaraja di tengah Pandemi COVID-19. Berbagai kegiatan rutin dilakukan di sejumlah tempat mulai dari Penyemprotan, Pembagian Masker dan juga sosialisasi di sejumlah wilayah Desa Kotaraja. Penyemprotan Masal Desa Kotaraja juga diinisiasi oleh Relawan COVID-19 dengan melibatkan Pemerintah Desa Kotaraja, BPD dan sejumlah lembaga desa yang ada di Desa Kotaraja. 
Lihat : Penyemprotan Masal Desa Kotarja 

Kontribusi KAPARINJANI/PunkPoke Community terhadap gerakan Relawan COVID-19 
Salut terhadap gerakan Peduli Lingkungan yang dilakukan oleh para Relawan COVID-19, KAPARINJANI/PunkPoke Community turut andil memberikan dukungan dan mensupport para Relawan dengan menyiapkan paketan sembako serta turut mendampingi para Relawan di beberapa kegiatan lainnya. 
Lihat : Support KAPARINJANI/PunkPoke Community 

Penyeterilan Mushalla-Mushalla di sejumlah wilayah sebagai tempat Shalat Idul Fitri 1441 H oleh Relawan COCID-19 bersama KAPARINJANI/PunkPoke Community 
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalan melaksanakan Ibadah Shalat Idul Fitri 1441 H terkait himbauan dan Peraturan Pemerintah untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri di rumah masing-masing atau di Mushalla dengan beberapa syarat dan ketentua, mengingat hal ini kembali Relawan COVID-19 Kotaraja bersama KAPARINJANI/PunkPoke Community mengadakan penyemprotan di semua Mushalla yang ada di Kewilayahan Marang Selatan, Marang Utara dan Kedondong agar bisa nyaman dipakai sebagai tempat untuk melaksanakan Ibadah Shalat Idul Fitri. 
Lihat : Penyemprotan Mushalla oleh Relawan COVID-19 bersama KAPARINJANI/PunkPoke Community  
Direncanakan oleh Relawan COVID-19 Kotaraja, dalam beberapa waktu ke depan dipastikan untuk penyemprotan semua tempat Ibadah (Masjid dan Mushalla) di seluruh Kewilayahan Desa Kotaraja.

Kesimpulan; 
Kendati sampai saat ini warga masyarakat Desa Kotaraja masih aman dari Penyebaran Virus Corona, namun Pemerintah Desa Kotaraja beserta segenap warga masyarakat Desa Kotaraja harus tetap waspada dan mengantisipasi Penyebaran Virus Corona. 
Akhirnya kami dari Tim Sosial Media Desa Kotaraja sekali lagi mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Minal Aidin Walfaizin. Mohon Maaf Lahir & Batin...
Share:

PEMUDA - TAUSIYAH DAN DO'A BERSAMA PENGHUJUNG RAMADHAN DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Do'a bersama yang dilaksanakan di RT 05 Dalem Deye Desa Kotaraja sebagai salah satu kegiatan keagamaan dan merupakan kegiatan tahunan oleh LSM SUTE NEGERE. Kegiatan ini dilaksanakan di penghujung Bulan Suci Ramadhan sekaligus untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Waktu Acara: 
Hari             : Sabtu, 23 Mei 2020 
Lokasi         : Mushalla Subulussalam Dalem Deye RT 05 Dayan Peken 
Tamu undangan; 
  • Kepala Desa Kotaraja
  • BPD Desa Kotaraja  
  • BUMDes Desa Kotaraja 
  •  Relawan COVID-19 Desa Kotaraja 
  • Assosiasi Peduli Kesehatan Desa Kotaraja 
  • Para sesepuh dan Kiyai 
Koordinator Acara: 
Lalu Anggi H. 


Pembukaan dari ketua Panitia: 
  • Meningkatkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wataala atas semua kenikmatan baik berupa kesehatan atau pun kesempatan untuk menjalankan Ibadah Puasa; 
  • Menambah Pengalaman sekaligus membentuk kerjasama yang produktif dan meningkatkan kreativitas LSM SUTE NEGERE dalam bidang keislaman sekaligus mempererat silaturahmi  keorganisasian dalam bermasyarakat serta meningkatkan rasa kepedulian antar sesama di lingkungan RT 05 Dalem Deye Desa Kotaraja Kec. Sikur Lombok Timur; 
Sambutan-sambutan: 
Ketua BPD Desa Kotaraja 
Ucapan terimakasih atas terlaksananya kegiatan di penghujung Bulan Ramadhan ini, karna pentingnya peran aktif para Pemuda dalam kegiatan keagamaan terlebih di Bulan Ramadhan, dan dengan adanya kegiatan seperti ini tentunya dapat menambah pengalaman dalam serta melatih diri untuk berintraksi sosial kemasyarakatan. 
Ketua BUMDesa Kotaraja 
Puji Syukur atas terlaksananya kegiatan keagamaan oleh para Pemuda. Dengan adanya kegiatan seperti ini tentunya dapat menambah ilmu pengetahuan serta menumbuhkembangkan rasa kekeluargaan dan menjaga ikatan silaturahim di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan sebagai inspirasi bagi para Pemuda di semua Kewilayahan Desa Kotaraja. 
Tausiyah: 
H. Lalu Rosidy 
Hikmah melaksanakan Ibadah Puasa adalah Agar kita bertaqwa sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wataala yang artinya Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu untuk berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. Jadi, jelas di sini dengan melakukan Ibadah Puasa agar kita bisa menjadi orang yang bertakwa dalam artian takut kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan salah satu dampak positif acara ini adalah mengurangi kegiatan remaja yang tidak berfaedah seperti membakar petasan dan lainnya karna dengan adanya tausiyah ini tentunya para remaja akan berkumpul/menghadiri acara di Mushalla 
Penutup: 
Doa disampaikan oleh: 
Lalu Jayadi Ansada 
Dengan adanya kegiatan-kegiatan keagamaan di setiap Kewilayahan Desa Kotaraja tentunya mendatangkan berbagai hikmah bagi masyarakat setempat. Semoga acara-acara keagamaan tersebut bisa terlaksana pada tahun-tahun berikutnya. Aamiin Ya Robbal Aalamiin...
Share:

Popular Posts

Labels

Blog Archive

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.